Menguak Kebohongan Ajaran Syiah

Beberapa waktu yang lalu Redaksi Syiar telah mewawancarai Prof. Umar Syihab. Seorang yang mengaku sebagai salah seorang pengurus MUI Pusat yang komentar komentarnya banyak berlawanan dengan Fatwa  Fatwa  yang sudah dikeluarkan oleh Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Pusat. Untuk itu Redaksi Ash Showaiq telah meminta komentar dari Habib Achmad Zein Alkaf  (AZA), Ketua Bidang Organisasi Yayasan Albayyinat Indonesia, mengenai pernyataan pernyataan Umar Syihab tersebut.

Redaksi  :  Bagaimana komentar Albayyinat mengenai Pernyataan Prof. Umar   Syihab yang mengatakan bahwa Syiah itu tidak sesat ?

AZA    :   Lagi lagi orang ini memberikan keterangan yang menyesatkan. Sebenarnya kami Albayyinat sudah sering mendapat laporan dan informasi mengenai ulah orang ini, yang dinilai oleh para ulama sangat merugikan ummat Islam. Baik yang dia sampaikan di Jakarta maupun didaerah. Baik atas nama MUI Pusat maupun atas nama pribadi. Bahkan kami sering mendapat informasi dari teman teman di Ujung Pandang mengenai kegiatan dan pembelaan Umar Syihab terhadap aliran sesat Syiah.

Bagi kami Albayyinat, jika ada orang yang mengaku Sunni tapi dia justru sering membela Syiah, maka dia lebih jelek dan lebih berbahaya dari pada orang yang dengan terang terangan mengaku Syiah. Dan orang yang seperti itu perlu kita waspadai.

Karenanya kami Albayyinat tidak heran dengan komentar komentar orang ini mengenai Syiah, sebab kami mempunyai data data mengenai siapa sebenarnya Umar Syihab. Dan perlu diketahui oleh masyarakat bahwa kami Albayyinat mempunyai daftar nama nama aktivis Syiah di Indonesia dan apabila dibutuhkan kami siap membantu.

Perlu diketahui bahwa perbedaan antara aqidah Syiah Imamiyyah Itsna’asyariyyah atau yang sekarang menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait dengan aqidah ummat Islam Indonesia yang dikenal dengan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah itu disamping dalam Furu’ juga dalam Ushuluddin. Dimana Rukun Iman mereka berbeda dengan Rukun Iman Ummat Islam Indonesia. Tidak sebagaimana yang disampaikan oleh Umar Syihab bahwa perbedaannya hanya sekedar masalah Khilafiyyah. Keterangan keterangan semacam itu adalah penyesatan kepada masyarakat, tidak mendidik tapi pembohongan. Maklum bagi agama Syiah berbohong itu dibenarkan.

Adapun mengenai Fatwa MUI, yang isinya agar masyarakat mewaspadai masuknya aliran Syiah di Indonesia, yang dikeluarkan pada tahun 1984. Maka fatwa tersebut dikeluarkan oleh Pengurus MUI Pusat, setelah para ulama yang terdiri dari unsur NU. Muhammadiyah dan Lain lain yang ada dikepengurusan MUI Pusat membahas kesesatan kesesatan ajaran Syiah. Bahkan para ulama Islam diseluruh dunia dengan tegas mengeluarkan Fatwa bahwa ajaran Syiah Imamiyyah Itsna’asyariyyah telah keluar dari Islam (Kafir). Dan hanya Umar Syihab saja yang karena keminiman ilmunya akan Syiah yang mengatakan bahwa Syiah tidak sesat.  Memang sekarang ini keberadaan Syiah diakui oleh dunia Islam dan mereka sedang mengembangkan alirannya serta menggrogoti ummat Islam, tapi mereka itu tetap Sesat, karena ajarannya bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadis Nabi SAW. Demikian pula Khowarij dan Ahmadiyah, keberadaan mereka itu juga diakui, tapi mereka itu Sesat sebab ajarannya telah menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya.

Dan sesatnya Syiah itu tidak karena kondisi waktu, sebagaimana yang disampaikan oleh Umar Syihab atau karena dulu miskin dan sekarang mereka kaya dan membagi bagikan uang, tapi selama ajaran Syiah bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadis maka Syiah tersebut tetap sesat dan Kafir.

Sebenarnya pembelaan Umar Syihab terhadap Syiah dan komentar komentarnya tersebut adalah pelecehan terhadap Majlis Ulama Indonesia (MUI) dan konsekwensi dari pernyataan pernyataannya yang berlawanan dengan fatwa MUI, maka dia harus mengundurkan diri dari kepengurusan MUI atau dia harus dipecat dari keanggotaan MUI.

Kami heran dengan Umar Syihab, yang kami lihat aktif terlibat dalam menentukan satu aliran itu sesat, dengan alasan karena ajarannya menyimpang dari ajaran islam yang sebenarnya. Tapi giliran aliran Syiah yang dibicarakan dan divonis, dia mati matian membela Syiah. Padahal ajaran Syiah jauh lebih menyimpang dari ajaran ajaran aliran aliran sesat yang disampaikan oleh Umar Syihab. Sehingga banyak orang yang berkomentar, ada apa dengan Umar Syihab, kok komentar komentarnya mengenai Syiah merugikan ummat Islam.

Sesuai dengan informasi yang masuk ke meja Albayyinat bahwa sebenarnya banyak pengurus MUI Pusat dan Daerah yang sudah mengetahui siapa sebenarnya Umar Syihab. Tapi rupanya mereka masih menunggu waktu yang tepat untuk mengambil sikap terhadap Umar Syihab. Sebab mereka tahu bahwa Umar Syihab tidak mempunyai basis pendukung.

Kemudian mengenai komentar Umar Syihab yang mengatakan bahwa kalau Syiah itu sesat pasti mereka tidak boleh masuk Masjidil Haram (Mekah). Maka komentar yang demikian itu sudah sering kami dengar dari orang orang Syiah lainnya. Karenanya jika Umar Syihab berkomentar yang demikian itu kami tidak heran. Karena suara suara semacam itu memang lagu mereka yang ditujukan kepada orang awam yang tidak menguasai sampai dimana kesesatan Syiah Imamiyyah Itsna’asyariyyah. Herannya kok seorang Profesor juga termakan dengan keterangan semacam itu, bahkan ikut berkomentar seperti itu (sungguh memalukan).

Redaksi :     Guna menambah wawasan pembaca mengenai masuknya orang Syiah ke Mekah dan Madinah, dan Sampai dimana kesesatan Syiah, maka dibawah ini kami sampaikan kajian kajian mengenai hal tersebut, sekaligus menjawab kebohongan kebohongan Umar Syihab.

Syi’ah dan Haromain

Ada seorang teman yang bertanya; Jika para Ulama sepakat bahwa Syi’ah Imamiyyah Itana’asyariyyah itu Kafir, mengapa mereka diperbolehkan masuk Haromain (Mekah dan Madinah ).

Pertanyaan tersebut sepintas lalu masuk akal, dan oleh golongan Syi’ah pertanyaan seperti itu sering mereka lempar kemasyarakat awam, yang tidak menguasai sampai dimana kesesatan Syi’ah.

Padahal yang menentukan satu aliran itu masih Islam atau sudah keluar dari Islam (KAFIR ) itu bukan negara Indonesia atau Iran atau Saudi Arabia. Tapi selama aliran tersebut ajarannya tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadist, maka mereka dikatakan Islam. Namun apabila ajarannya bertentangan dengan AlQur’an dan Hadist, maka mereka dikatakan (dihukum) Kafir.

Selanjutnya oleh karena aliran Syi’ah Imamiyyah Itsna’asyariyyah atau yang sekarang menggunakan nama samaran Mazhab Ahlul Bait itu ajarannya banyak yang bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadist, maka para Ulama dengan tegas mengatakan bahwa  Syi’ah  Imamiyyah Itsna’asyariyyah  telah keluar dari Islam (KAFIR ).

Adapun seseorang akan diperbolehkan masuk Haromain (Mekah dan Madinah) atau tidak diperbolehkan masuk Haromain, maka selama nama agama yang tertera dalam paspor orang tersebut ISLAM, maka dia diperbolehkan masuk Haromain. (Meskipun sebenarnya orang tsb beragama  Keristen, Yahudi atau Syi’ah ).

Tapi jika dalam Paspor orang tersebut tertulis agamanya Kristen, Yahudi, Konghucu apalagi Syi’ah, maka orang tersebut pasti tidak diperbolehkan masuk kota Mekah dan kota Madinah (Haromain ).

Jika Umar Syihab menolak kajian ini, maka coba paspor Umar Syihab ditulis agamanya Syiah, kan pasti dilarang masuk Mekah (Masjidil Harom)  dan Madinah.  Sebab Syiah adalah agama tersendiri yang tidak ada hubungannya dengan Islam dan Muslimin.

Demikian, semoga kajian diatas dapat menambah wawasan pembaca.

***

Syi’ah itu kafir apa masih Islam ?

Seseorang jika mengatakan Syi’ah itu islam atau sudah keluar dari islam ( KAFIR ), maka dia harus mempunyai alasan. Sebab satu aliran bisa dikatakan masih Islam apabila ajaran  ajarannya  sesuai  dengan  apa  yang  ada  di  dalam Al Qur’an  dan  Hadits  dan   selama   ajaran ajarannya  tidak  bertentangan  dengan Al Qur’an dan Hadits. Begitu pula satu aliran akan dikatakan keluar dari  Islam apabila ajaran – ajarannya bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits, apalagi jika ajarannya menolak Kalamulloh.

Sekarang kita lihat bagaimana ajaran – ajaran Syi’ah, apakah bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits apa tidak bertentangan. Bagaimana sikap Syi’ah terhadap para Sahabat, terhadap istri istri Rosululloh SAW serta bagaimana sikap dan keyakinan mereka terhadap Al Qur’an itu sendiri.

Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat ayat yang memuji dan menerangkan keutamaan para Sahabat, serta janji Alloh untuk memasukkan mereka dalam Surganya. Sedang dalam ajaran Syi’ah diterangkan bahwa para Sahabat yang dipuji oleh Alloh tsb, setelah Rosululloh SAW.wafat, mereka menjadi MURTAD (baca Al kafi 8-345).Alasan mereka karena para Sahabat membaiat Sayyidina Abubakar r.a sebagai Kholifah dan tidak membaiat Sayyidina Ali k.w. Kemudian mereka juga mencaci maki dan memfitnah istri istri Rosululloh SAW. Mereka mengatakan bahwa Siti Aisyah telah melakukan perbuatan serong. Padahal Alloh dalam Al Qur’an telah menurunkan beberapa ayat dalam Surat An Nur yang isinya menerangkan kesucian Siti Aisyah, serta menolak tuduhan tuduhan yang dialamatkan kepada istri Rosululloh SAW tersebut.

Dengan  demikian  jelas  sekali,  berarti  ajaran  Syi’ah  bertentangan  dengan Al Qur’an, atau jelasnya mereka menolak Kalamulloh (Al Qur’an). Sedang orang yang menolak Kalamulloh, tidak diragukan lagi kekufurannya.

Dalam Al Qur’an juga, Alloh telah menjamin keaslian Al Qur’an ( Q.S. Al-Hijr : 9 ), tapi dalam ajaran Syi’ah, mereka berkeyakinan bahwa Al qur’an yang ada sekarang ini sudah tidak asli lagi (Muharrof). Ini berarti mereka menolak Kalamulloh. Mereka lebih percaya kata kata ulama mereka dari pada firman Alloh.

Itulah sebabnya para ulama dengan tegas mengatakan bahwa Syi’ah Imamiyyah Itsnaasyariyyah atau yang sekarang menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait, telah keluar dari islam (orangnya menjadi MURTAD karena asalnya beragama islam ). Ketentuan ini tidak hanya berlaku bagi orang orang Syi’ah saja, tapi siapa saja yang berkeyakinan seperti itu, telah keluar dari islam ( Kafir Murtad ).

Disamping ajaran Syi’ah bertentangan dengan Al Qur’an, juga perbedaan kita umat islam dengan Syi’ah Imamiyyah Itsnaasyariyyah, disamping dalam Furu’ (cabang), juga dalam Ushul (aqidah). Rukun iman kita berbeda dengan rukun iman mereka, juga rukun islam kita juga berbeda dengan rukun islam mereka. Oleh karena rukun iman kita berbeda dengan rukun iman mereka, maka konsekwensinya mereka mengkafirkan kita umat islam dan sebaliknya kita juga mengkafirkan mereka.

Disamping itu masih banyak lagi hal hal yang dapat mengeluarkan mereka dari islam, seperti sikap dan keyakinan mereka terhadap Imam Imam mereka. Dimana mereka mendudukkan imam imam mereka diatas para Rosul dan para Malaikat Al-Mugorrobin (AlHukumah Al Islamiah – 52, Khumaini)

Hal hal semacam inilah yang dipakai rujukan oleh para ulama dalam menghukum KAFIR golongan Syi’ah Imamiyyah Itsnaasyariyyah.  ( baca fatwa fatwa para Ulama di buku ” Al Hasan ra Dan Al Husin ra”  Oleh Achmad Zein Alkaf)

***

Demo Anti Syi’ah Di Bangil

Disiarkan Oleh Televisi Dalam Dan Luar Negeri

Demo anti Syi’ah di Bangil ini merupakan pukulan yang sangat besar bagi golongan Syi’ah di Indonesia. Sebab dengan adanya demo tersebut, dunia akan tahu bahwa ternyata Muslimin Indonesia tidak dapat menerima keberadaan Syi’ah di Indonesia dan sekaligus membuktikan bahwa Indonesia adalah bumi Ahlussunnah Wal  Jamaah.

Komentar Albayyinat:

Pertama kita harus tahu mengapa sampai terjadi Demo Anti Syi’ah di Bangil ?. Apakah tidak ada jalan lain ?. Sebab resikonya sangat besar, meskipun setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan, tapi Alhamdulillah tidak sampai terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

Ternyata Demo anti Syi’ah yang dilakukan oleh Muslimin di Bangil adalah jalan terakhir setelah berbagai jalan ditempuh. Karena sebelumnya para tokoh di Bangil sudah bertahun tahun berusaha dengan baik dan halus dalam usaha mereka menyelamatkan ummat dari faham faham yang menyimpang serta membendung  berkembangnya aliran sesat Syi’ah di Bangil.

Namun ternyata cara yang halus dan baik yang dilakukan oleh tokoh tokoh kita tersebut justru dimanfaatkan oleh golongan Syi’ah dengan lebih getol dan kurang ajar, serta tanpa sungkan menyerang pemimpin pemimpin Islam. Para Sahabat mereka murtadkan, Istri Istri Rosululloh mereka caci maki, pemuda pemudi kita mereka rusak moralnya dengan menghalalkan perzinaan (Mut’ah), mereka tidak jum’atan bahkan tidak mewajibkan sholat jum’at.

Dapat kita lihat akibat dari berkembangnya aliran Syi’ah di Bangil banyak rumah tangga yang dahulunya harmonis menjadi berantakan, perkampungan yang penduduknya saling sapa dan guyup menjadi saling bermusuhan dan tidak lagi saling tegor. Hal ini telah membuat perpecahan serta merusak persatuan dan kesatuan bangsa kita.

Namun yang disayangkan pejabat di Bangil kurang peka terhadap masalah ini, rupanya mereka kurang informasi dan baru akan bertindak apabila sudah terjadi sesuatu.

Begitu pula sikap beberapa pengurus N.U.(mungkin belum membaca sikap KH.Hasyim Asy’ari tentang Syi’ah) yang ikut menggembosi jalannya Demo dinilai oleh tokoh tokoh di Bangil merupakan tindakan yang memalukan dan menjatuhkan martabat diri mereka. Sebab kenyataannya mayoritas yang ikut demo adalah warga N.U.

Juga yang kami sayangkan, melihat keadaan yang memprihatinkan di Bangil tersebut, tidak ada tokoh kita dipusat yang turun ikut menjaga dan membentengi ummat dari faham yang menyesatkan tersebut. Kelihatannya mereka menutup mata dan pura pura tidak tahu, mereka lebih sibuk dengan masalah politik dari pada melaksanakan tugas mereka sebagai pembimbing dan penyelamat.

Apakah mereka tidak tahu bahwa orang orang yang murtad masuk Syi’ah di Bangil mayoritas adalah warga N.U.dan Muhamadiyah ?. Herannya mereka justru berangkulan dengan tokoh tokoh Syi’ah di Bogor dan ditempat lain.

Ini semua termasuk hal hal yang memicu terjadinya Demo anti Syi’ah di Bangil,  sebab warga didaerah (Bangil) sudah memuncak bencinya kepada Syi’ah, tapi pemimpinnya dipusat justru berangkulan dengan Syi’ah. Sungguh memalukan.

Himbauan kami kepada golongan Syiah, agar mereka tahu diri, ketahuilah bahwa kalian berada di bumi Ahlussunnah, karenanya agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, kalian jangan suka memancing kemarahan ummat Islam.

Demikian komentar Albayyinat mengenai Demo anti Syi’ah di Bangil, yang terjadi pada tanggal 20 April 2007.

***

Demikian telah kami sampaikan komentar dari Albayyinat mengenai pernyataan pernyataan Prof. Umar Syihab yang merugikan umat Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: