Menguak Kebohongan Ajaran Syiah

Kelahiran Syi’ah diawali ketika seorang yahudi bernama Abdullah bin Saba’ muncul dengan mengaku sebagai seorang muslim, mencintai Ahlul Bait (Keluarga Nabi), ekstrem dalam menyanjung Ali bin Abi Thalib, dan menda’wakan adanya wasiat khusus bagi Ali untuk menjadi Khalifah sepeninggal Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, serta pada akhirnya ia mengangkatnya (Ali) ketingkat ketuhanan. Ideologi inilah yang akhirnya diakui dalam buku-buku ajaran Syi’ah.

Al-Qummi, pengarang buku Al-Maqolat wal Firaq, mengakui dan menegaskan adanya Abdullah bin Saba’ adalah orang pertama yang menobatkan Ali bin abi Thalib sebagai imam Syi’ah serta kemunculan ‘Ali sebelum Kiamat. Abdullah binSaba’ adalah orang pertama yang mencela Abu Bakar, ‘Umaar, Utsman dan para Shohabat lainnya.

Al-Baghdadi berkata, “Assabaiyah adalah pengikut Abdullah bin Saba’, yang sangat ekstrem dalam mengagungkan Ali Ra, sehingga ia dianggap sebagai seorang Nabi, bahkan sebagai tuhan.

Abdullah bin Saba’ sebenarnya adalah seorang Yahui yang berpura2 islam agar bisa menempati kepemimpinan ditengah penduduk Kufah. Karena itu, ia mengaakan kepada penduduk kufah bahwa ia menemukan dalam kitab Taurat bahwa setiap Nabi memiliki Wsahi (seorang pewaris yang menjadi khalifah atau imam) sepeninggalnya. Dan Ali adalah orang mendapatkan wasiat langsung dari Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, syi’ah berkembang menjadi beberapa sekte dengan berbagai macam ideologinya.

Maka, jelaslah bahwa Syi’ah membuat ideologi-ideologi baru seperti adanya wasiat kekhalifahan bagi Ali bin abi Thalib dan kemunculannya dikemudian hari. dan mereka mengakui ketuhanan para imam mereka. Hal ini adalah bukti bahwa mereka mengekor kepada Ibnu Saba’, SEORANG YAHUDI.

Diposkan oleh Sunny > Syi’ah di: http://syiah-bangil-sesat.blogspot.com

Perlu kita ketahui bersama bahwa BASIS / Posko Syi’ah Berpusat Di BANGIL Bangil  telah menjadi sarangya Penyakit Aqidah Syi’ah. maka dari itu kami mengharap & menghimbau kepada seluruh warga Indonesia, dan seluruh warga Jawa Timur, Khususnya Warga Bangil – Pasuruan, untuk bersama-sama memberantas berkembangnya Syi’ah dari Bumi yang kita cintai ini. Karena telah jelas Ajaran-ajaran mereka sangat merusak Ajaran Islam, Ajaran Murni yang telah dirintis pendahulu kita para WALI SONGO. Ajaran sesat Syi’ah ini sudah mulai berkembang & beranak-pinak di Kota Bangil (Syi’ah ini Lebih jahat dari Wabah Flu Burung, Aids). Tolong selamatkan Bumi kita dari Aliran Jahat Syi’ah, demi anak cucu kita.

Berikut beberapa tempat yang menjadi Basis Penyebaran Syi’ah di Bangil:

 

1.
PONDOK YAPI PUTRA yang terletak di Kenep Bangil
2.
PONDOK YAPI PUTRI yang terletak di Bendomungal Bangil
3.
LANGGAR JAHRUM yang terletak di Bendomungal Bangil
4.
TK+SD MUTIARA ILMU lembaga pendidikan berbasis Syi’ah di Kancilmas Bangil
5.
Lembaga AL – ITRAH yang terletak di Jl. Apel I / Bok Bengkong Bangil
6.
TK. AL – ABROR di Kersikan Gg III Bangil

 

Imam Syafi’i mengatakan : daripada aku sholat dibelakang orang syiah lebih aku sholat dibelakang orang nashoro.

imam malik pernah ditanya “hai imam malik bagaimana menurut anda tentang syiah beliau menjawab :mereka kafir”

bahkan ada sebagaian ulama mengatakan bahwa apabila kita berperang, kita boleh menjadikan mereka budak

Diposkan oleh Sunny > Syi’ah di: http://syiah-bangil-sesat.blogspot.com/
Syi`ah tertusuk pada jantungnyua, tatkala seorang Ayatullah Al `Uzma As Sayyid Abu Al Fadhl mengumumkan taubat dan keluarnya dari agama Syi`ah yang kotor itu, akal mereka tidak siap menerima kenyataan pahit seperti ini. Belum sembuh borok akibat Ahmad Al Kisrawi Rahimahullah yang bertaubat mendapat hidayah kepangkuan Islam dan memproklamirkan kebatilan agama Syi`ah Imamiyah Ja`fariyah, disusul dengan bala` susulan dengan taubatnya Ayatullah Al `Uzma As Sayyid Abu Al Fadhl Al Burqu`i yang diberi hidayah oleh Allah dan dilapangkan dadanya menerima Islam, menyambut panggilan kebenaran meninggalkan kebathilan dan orang-orangnya. Keluarnya Ayatullah Al `Uzma Al Burqu`i benar-benar mengguncang Syi`ah, karena ia (Al Burqu`i) memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan berpengaruh.
Sekapur Sirih tentang Al Burqu`i
Dia adalah Sayyid Abu Fadhl bin Muhammad At Taqiy bin Ali bin Musa Ar Ridha Al Burqu`i. Nasabnya kembali kepada jalur Ahlul Bait. Dia adalah selevel dengan Khumaini dalam hal ilmu, hanya saja Khumaini lebih tinggi peringkatnya dalam referensi agama Syi`ah. Dia merupakan salah satu mercusuar agama Syi`ah kala itu. Dia mengumandangkan taubatnya setelah menjadi jelas baginya kesesatan agama Imamiyah Ja`fariyah. Peristiwa itu terjadi sebelum revolusi Iran, hal ini merupakan pukulan berat bagi Syi`ah secara umum dan bagi negara Iran secara khusus.
Telah ditegakkan upaya-upaya penculikannya dan pembunuhannya. Satu diantara upaya itu hampir menghabisi hidupnya ketika salah seorang Iran menembakkan peluru ke arahnya yang sedang berdiri shalat, maka tidak ayal, peluru pun menembus pipi kirinya dan tembus keluar dari pipi kanannya. Dengan pertolongan Allah, dia bisa selamat dari tragedi ini.
Dia bergabung dengan jama`ah ahlus sunnah dan salaf di Iran, shalat Jum`at serta jama`ah di Teheran, kawasan luar `Ghadzar Wazir Daftar`. Pemerintah menekan dan mempersempit ruang geraknya, dengan menguasai masjidnya secara paksa. Sementara gereja-gereja Nashrani dan sinagog-sinagog Yahudi menghirup udara segar dan bernafas dengan aman hingga ia menyebutkan dalam kitab-kitabnya, Sesungguhnya di negeri kami ini, orang-orang Kristen, Yahudi dan Sekuler yang anti agama bisa hidup dengan nyaman. Sementara ahlus sunnah tidak pernah merasa tenang di negeri kami ini dan tidak bisa hidup ditengah-tengah orang-orang musyrik itu.
Dia menulis banyak kitab, antara lain:
Kasr Ash Shanam (Menghancurkan Berhala), yaitu bantahan terhadap Ushul Al Kafi, tertuang dalam 411 halaman dan dari sela-selanya dia mengurangi akidah Syi`ah dan menunjukkan kebatilannya.
Tadhad Mafatih Al Jinan (Kontradiksi Kitab Kunci-Kunci Surga), kitab bantahan terhadap kitab Mafatih Al Jinan yang memuat doa-doa ziarah kubur dan tempat-tempat sakral lainnya serta doa haji ke makam. Kitab Mafatih Al Jinan ini tergolong kitab terpenting bagi Syi`ah yang selalu mereka bawa kemana mereka pergi. Didalamnya banyak ungkapan-ungkapan syirik, kufur dan ingkar Allah. Kitab bantahannya tertuang dalam 209 halaman.
Dirasah fi Ahadits Al Mahdi (Studi tentang Hadits-hadits Mahdi), dia membongkar bangunan khurafat Al Mahdi versi Syi`ah dengan hujah (normatif rasional) dan burhan (demonstratif).
Al Jami` Al Manqul fii Sunan Ar Rasul (Penghimpun yang Ternukul tentang Sunnah-sunna Rasul). Dia menghimpun hadits-hadits shahih ahlus sunnah yang dicocokkan dengan hadits-hadits yang ada pada Syi`ah. Ushlub (metode) atau teknik ini membuktikan bahwa Syi`ah tidak mengambil kebenaran melainkan taqlid buta dan fanatik dengan hawa nafsu dan kesesatan. Kitab ini tertuang dalam 1406 halaman.
Dirasah Nushush Al Imamah (Studi tentang Nash-nash Imamiyah). Disini dia menetapkan dengan dalil-dalil dan bukti-bukti yang pasti bahwa khilafah adalah haqq dan imamah yang mereka yakini adalah tidak berasal dan tidak berdasar, ia hanyalah kebohongan yang nyata. Kitab ini tertuang dalam 170 halaman.
Disamping itu masih banyak karya-karyanya yang lain seperti: Naqd `Ala Al Muraja`at dan Tadhad Madzhab Al Ja`fari Ma`a Quran wa al Islam. Dia juga menterjemahkan mukhtashar Minhaj As Sunnah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ke dalam bahasa Persia.
Yang sangat mengherankan adalah bahwa Sayyid Al Burqu`i ini dulunya termasuk pemimpin gerakan melawan Ahmad Al Kisrawi Al Irani yang lebih dulu mengumumkan kebathilan Syi`ah. Dia sangat produktif dan dinamis dalam membantah pemikiran-pemikiran Ahmad Al Kisrawi, dan membela agama Syi`ah secara mati-matian. Tetapi Allah ingin menghinakan Syi`ah mulai dari ubun-ubun hingga di bawah telapak kaki, Dia menunjukkan ke jalan Islam. Sayyid Al Fadhl bukanlah Syi`ah awam, melainkan simbol dan mercusuar bagi Syi`ah yang ditunjuk dengan unung jari, dia mengemban gelar Ayatullah al `Uzma.
Perlu pembaca ketahui, Syaikh Al Burqu`i setelah mendapat hidayah dia mengumumkan dan mengajak bahwa siapa saja yang pernah membayar khumus kepada dirinya, dia siap mengembalikannya, karena dia telah mengakui haramnya harta tadi yang dicuri dan dirampas dari tangan manusia. Dia telah memfatwakan haram mengambil khumus dari selain rampasan parang seperti keyakinan yang ada pada kaum muslimin.
Akhirnya syi`ah telah memiliki pilihan lain untuk terbebas dari pengaruh selain memvonis penjara selama tiga puluh tahun tanpa memperhatikan usianya yang lanjut. Dan Syaikh Al Burqu`i meninggal dunia setelah matinya Khumaini.
Renungkanlah bersama-sama, Syi`ah mengaku setia dan cinta kepada Ahlul Bait, bagaimana mereka memperlakukan Syaikh Al Burqu`i Rahimahullah? Padahal ia termasuk cucu dan keturunan Ahlul BaitQ
Lihatlah bagaimana upaya mereka dalam menculik dan mem%@!#$& orang yang nasabnya kembali kepada Ahlul Bait? Lihatlah akhirnya, bagaimana mereka mengurung dalam penjara dengan vonis 30 tahun tanpa ada belas kasih?!
Apakah mereka termasuk orang yang patut dicontoh?
Kemanakah perginya cinta mereka yang didengung-dengungkan itu? Di manakah bersembunyi?
Telah banyak kaum Syi`ah yang terpengaruh dengan gerakan Syaikh Al Burqu`i Rahimahullah. Maka sebagian peneliti dan pencari kebenaran serta para mullah mulai mengkaji kembali dan berfikir ulang tentang ritus-ritus paganisme yang ada pada mereka. Hasilnya sebagian mereka kembali kepada kebenaran dan yang lain menyembunyikan taubatnya karena takut disakiti.
Belum lewat tahun-tahun yang panjang, Allah sudah menimpakan musibah yang lain lagi kepada Syi`ah. Pada saat-saat ini seorang guru besar mereka Ustadz (Prof.) Ahmad Al Khatib Al Irani mengumumkan batilnya wilayah (imamah), rusaknya ishmah imam, khurafat Mahdi Muntazhar, dan bahwa Ahlul Bait (Ali Radhiyallahu `anhu dan anak-anaknya) adalah penganjur dan penyeru musyawarah, tidak memiliki ambisi menjadi sultan. Dia juga menyebutkan bahwa tasyayyu` rentan dengan penyelewengan dari pangkalan yang sebenarnya. Maka dia menulis dalam kitabnya, Min Asy Syura ila Wilayah al Faqih:
Didalam permulaan sejarah, terdapat banyak sahabat dan tabi`in pilihan menanggulangi penyimpangan politik dan sikap egois, mereka menyerukan reformasi dan perbaikan dengan kembali ke sistem syura. Dan yang paling depan di antara mereka adalah ahlul bait, keluarga Rasulullah Shallallahu `alaihi wasallam. Mereka adalah sosok-sosok manusia yang paling zuhud terhadap dunia. Tidak memiliki ambisi terhadap kekuasaan dan tidak pula rela mengikut para pemimpin yang menyimpang dalam menegakkan pemerintah dengan sistem warisan. Mereka justru menyeru pengembalian kekuasaan ke tangan umat Islam, melalui ahlul haili wal `aqdi dan menghormati suara dan keinginannya. Begitulah Syi`ah pada generasi-generasi awal, para revolusioner yang mengibarkan bendera syra, melawan anarkhisme dan egoisme. Akan tetapi prinsip-prinsip tasyayyu` (dukung mendukung) telah mengalami pencorengan dan penyimpangan dengan adanya arus asing yang baru yang menenggelamkan risalah ahlul bait dan menghilangkannya dari ingatan masyarakat. Hal yang mengakibatkan perjalanan Syi`ah dalam berabad-abad penuh dengan kebingungan, kemandegan, keterasingan dan keluar dari layar sejarah.
Perlu kita ingatkan, bahwa mulai terungkap di tengah-tengah pemuda dan pemudi Iran, khurafat Mahdi Muntazhar. Mereka menjadikan sosok Mahdi Syi`i sebagai bahan lelucon, dan permainan yang menjadi bahan tertawaan dan lawak-lawak di panggung-panggung teater mereka. Maka bergulirlah perbincangan tentang kelucuan Mahdi buatan di kalangan masyarakat Syi`ah. Karena itu para mullah bergerak menyebarkan agama Syi`ah di luar wilayah Iran dan di luar masyarakat Syi`i yang sudah memahami alur ceritanya. Mereka memanfaatkan harta untuk menyebarkan agama kotor ini, mereka tidak lain adalah tumbal-tumbal yang disuguhkan kepada bangsa-bangsa Iran Parsi agar bertambah imannya kepada khurafat Mahdi, sehingga menjadi lekat dongeng itu dalam pikiran.
Begitulah pukulan demi pukulan menerpa dada Syi`ah, belum hilang panasnya tamparan sudah melayang tamparan lain. Berkas cahaya pasti merobek hijab kegelapan, lalu akalpun menjadi tenang dan cerah satu demi satu, sehingga sekalipun lapisan-lapisan kegelapan dari para pemimpin kesesatan berusaha menutupi kenyataan dan berusaha mengusir dan menghalau sorot-sorot cahaya. Sesungguhnya kebenaran pasti tampil, aqidah shahihah adalah batu besar yang padat yang tidak lapuk dan rontok karena tiupan badai khurafat, tiupan bid`ah dan ombak dhalalah.

Diposkan oleh Sunny > Syi’ah di: http://syiah-bangil-sesat.blogspot.com/

Peristiwa di mana ulama-ulama besar Syi’ah keluar dari aliran sesat ini memang sudah tidak asing lagi malah ada di antara mereka yang disembelih dan dicincang mayat mereka setelah mereka secara terbuka bertaubat dari fahaman sesat lagi merbahaya ini. Antara tokoh-tokoh Syi’ah yang bertaubat adalah  Ayatullah Uzhma Imam Sayid Abul Hassan al-Asfahani, Sayid Ahmad al-Kasrawi, al-Allamah Sayid Musa al-Musawi, Sayid Ahmad al-Katib, Abu al-Fadhl al-Burqui dan lain-lain lagi.

Judul Asal : Lillahi Tsumma Li at-Tharikh

Judul Buku : Mengapa Saya Keluar Dari Syiah?

Penulis    : Sayid Husain al-Musawi

Penerbit : CV. Pustaka al-Kautsar, Jakarta Timur, Augustus 2002

Pengedar : Pustaka Indonesia, Wisma Yakin, Kuala Lumpur.

Buku yang sedang diulas ini adalah berkenaan dengan Sayid Hussain al-Musawi seorang mujtahid dari alirang Syiah yang kemudiannya mengumumkan secara terbuka bahawa beliau bertaubat dari aliran sesat ar-Rafidhah ini dan beliau mendetailkan bukti-bukti kesesatan Syi’ah yang diambil dari kitab-kitab muktabar mereka sendiri.

Sayid Hussain al-Musawi dilahirkan di Karbala dan mendapat pendidikan di kota ilmu (hauzah) di Najaf. Beliau telah lulus dengan cemerlang di situ dan dianugerahkan derajat Ijtihad oleh tokoh besar Ulama’ Syi’ah iaitu Sayid Muhammad Hussain Ali Kasyif al-Ghita.

Selama masa beliau mendalami kitab-kitab Syi’ah ketika pengajian beliau selalu menjadi bingung dengan percanggahan yang begitu banyak terdapat dalam kitab-kitab muktabar ajaran Syi’ah. Tapi beliau cuba menyedapkan hati beliau dengan menyatakan kepada diri beliau sendiri sebagai seorang yang buruk pemahaman dan sedikit ilmu. Pernah beliau melontarkan keraguan beliau kepada salah seorang tokoh di Hauzah dan tokoh itu hanya menjawab “jauhkanlah keraguan itu dari dirimu, kamu adalah pengikut Ahlul Bait AS, sedangkan ahlul bait menerimanya (agama syiah) dari Muhammad SAW, dan Muhammad SAW menerimanya dari Allah SWT.” Beliau merasa tenang sebentar namun perasaan berkecamuk antara kebenaran dan kebathilan syiah sentiasa bermain di jiwa beliau. Semakin mendalam pengajian beliau semakin banyak permasalahan timbul dan semakin bergelora perang batin dalam jiwa beliau. Setelah tamat pengajian di Hauzah perang batin dalam jiwa beliau berterusan.

Setelah lama merenung keadaan ini maka beliau mengambil keputusan untuk melakukan kajian yang komprehensif dan mengkaji ulang seluruh materi pelajaran yang pernah beliau dapatkan. Beliau membaca sebanyak mungkin referensi pegangan serta kitab-kitab Syi’ah. Segala kebingungan atau percanggahan beliau tuliskan dalam lembaran-lembaran kertas dan beliau simpan semoga pada suatu hari Allah menetapkan satu keputusan. Peristiwa al-Allamah Sayid Musa al-Musawi dan Sayid Ahmad al-Katib dua tokoh besar Syi’ah yang bertaubat dan kembali kepada Ahlus Sunnah Wal Jamaah seolah-olah menjadi petunjuk bagi beliau bahawa masanya juga sudah tiba untuk beliau mengistihar keluar dari fahaman yang sesat ini. Beliau berpendapat kini giliran beliau sudah tiba untuk menyatakan kebenaran untuk menyelamatkan rakan-rakan beliau yang telah tertipu. Bagi beliau sebagai seorang ulama adalah  tanggungjawab beliau untuk menjelaskan kebenaran  walaupun ianya sungguh pahit untuk ditelan.

Maka Sayid Hussain al-Musawi pun mengarang sebuah buku yang membongkar kesesatan-kesesatan Syi’ah. Yang menariknya tentang buku ini adalah beliau menggunakan sumber Syi’ah sendiri untuk membongkarkan konspirasi musuh-musih Islaam untuk melemahkan Islaam dari dalam seperti musuh dalam selimut. Antara topik menarik yang beliau kupaskan adalah seperti berikut:

a)    Abdullah Ibnu Saba’ satu individu fiktif/rekaan yang dicipta oleh Ahlu Sunnah Wal Jamaah dalam rangka untuk memburukkan Syi’ah. benarkah begitu? Apa kata sumber Syi’ah sendiri mengenai Abdullah Ibnu Saba.

b)    Kata-kata kecaman dari kalangan Ahlul Bait sendiri terhadap Syi’ah. Beliau telah menurunkan kata-kata kecaman dari Saidina Ali RA, Saidatina Fathimah RA, Al-Hassan RA, al-Hussain RA dan Imam-Imam dari kalangan Ahlul Bait terhadap Syi’ah. Benarkah Syi’ah ini pembela Ahlul Bayt atau mereka sebenarnya pemusnah/penghina Ahlul Bait? Kita lihat sendiri Riwayat-riwayat syi’ah yang menghina Rasulullah SAW dan Ahlul Baitnya. Apakah kaitan Syi’ah di Kufah dengan tragedi pembunuhan Saidina Hussain RA? Kesemuanya riwayat-riwayat tentang hal ini di ambil dari sumber syi’ah sendiri!

c)    Sayid Hussain al-Musawi juga membongkarkan bagaimana Syi’ah menghalalkan perzinaan dengan menggunakan Nikah Mut’ah, bagaimana perempuan diperlakukan sebagai objek memuaskan hawa nafsu atas nama Mut’ah. Sungguh menjijikan sekali.  Yang paling menggemparkan kisah Nikah Mut’ah  Ayatollah Khomeini al-Musawi dengan kanak-kanak  bawah umur dan apakah pandangan Ulama’ syi’ah  akan hal ini? Bagaimana pula melakukan adengan Homoseks dengan kanak-kanak lelaki yang masih belum tumbuh janggutnya dan kumisnya. Beliau juga membawa Riwayat dari Amirul Mukminin Saidina Ali RA yang  menyatakan bahawa Mut’ah telah diharamkan pada hari Khaibar. Semua pendedahan ini diambil dari sumber Syi’ah sendiri!

d)    Bagaimana Harta Khumus (1/5 bahagian untuk Ahlul Bayt) telah dipergunakan untuk kemewahan Ulama’-Ulama Syi’ah.

e)    Apakah pandangan mereka tentang al-Qur’an? Adakah al-Qur’an yang ada pada kita hari ini lengkap? Wujudkah al-Qur’an yg lain selain dari apa yang kita baca hari ini?

f)     Apakah pandangan Syi’ah terhadap Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Siapakah yang berkata kalimah ini, “Mereka (ASWJ) adalah orang-orang kafir yang najis berdasarkan Ijma’ ulama’ Syi’ah Imamiyah. Mereka lebih jahat dari Yahudi dan Nasrani.”?

g)    Pengaruh Yahudi, Majusi dan lain-lain dalam Syi’ah

h)    al-Qaim (Imam Mahdi) menurut Riwayat Syi’ah yang menyerupai watak Dajjal dan banyak lagi perkara-perkara yang menggemparkan. Kesemuanya diambil dari sumber rujukan Syi’ah sendiri.

Insya-Allah buku ini amat berguna sekali untuk mereka yang telah terpengaruh dengan Mazhab Ahlul Bait / Syi’ah di Malaysia ini dan juga untuk kita yang mungkin akan didatangi oleh da’i-da’i Syi’ah. Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairi seoarang pakar tentang Aliran syi’ah juga berkata sebagai kata Pengantar untuk buku ini, “Ini (buku Lillahi Tsumma Li at-Tharikh) saya kirimkan kepada orang-orang yang masih berbaik sangka kepada Syi’ah dan yang menuntut agar menggauli mereka dengan baik dan lemah lembut, akibat kebodohan mereka terhadap al-Quraan dan sunnah Nabi SAW. Semoga mereka diberi petunjuk oleh Allah dan mempelajari Islam lebih dalam.” [anshary/hfdfrds].

“UNTUK TOKOH TOKOH SYIAH DAN PENGIKUTNYA”

Baru baru ini beberapa tokoh aliran Syiah Imamiyyah Itsna’asyariyyah dari Jakarta dan Bangil pergi ke Hadramaut. Kepergian mereka itu menjadi pembicaraan masyarakat di Indonesia, sebab ada beberapa berita mengenai sebab kepergian mereka itu. Ada yang mengatakan, mungkin mereka sudah insyaf, ada juga yang mengatakan, bahwa mereka mencari kebenaraan (maklum dari mereka itu masih banyak yang ragu ragu dalam aqidah Syiahnya). Namun sebagian besar masyarakat mengatakan bahwa kepergian mereka itu sekedar fudhuul dan ingin tahu Hadramaut.

Tapi yang jelas mereka di Hadramaut menemui beberapa ulama Ahlussunnah Wal Jamaah, serta Ziaroh kemakam para waliyyulloh di Hadramaut yang juga  beraqidah Ahlussunnah Wal Jamaah.

Bagaimanapun dihati kecil mereka, mengakui bahwa para Habaib yang diziarohi dan diakui kewaliannya serta kekeramatannya itu telah mendapatkan kedudukan yang sangat tinggi disisi Alloh itu dikarenakan dan menunjukkan kebenaran aqidahnya.

Namun meskipun dalam hati kecil mereka mempunyai pendapat yang demikian itu, tapi karena masuknya mereka kealiran Syiah itu karena ada sesuatu pamrih, ada ma’aarib dan kepentingan, maka hanya Alloh yang dapat mengembalikan mereka.

Karenanya para sesepuh Habaib di Hadramaut juga tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa menasihati dan mungkin mendoakan.

Untuk mengetahui nasehat para Habaib Hadramaut kepada para tokoh Syiah tsb, dibawah ini kami sampaikan terjemahan dan copy dari surat yang ditujukan kepada para tokoh Syiah tersebut.

Redaksi  Ash Showaaiq

***

بسم الله الرحمن الرحيم

والعصر،ان الانسان لفى خسر،الاّ الذين ءامنوا وعملوا الصالحت،وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر.

والمؤمنون والمؤمنت بعضهم أولياء بعض يأمرون بالمعروف وينهون عن المنكر ويقيمون الصلاة ويؤتون الزكاة

ويطيعون الله ورسوله

Dari para ulama dan tokoh tokoh  Al  Abi Alawi Al Husainiyyin di Tarim Hadramaut:

  1. Alhabib Abdulloh bin Muhammad bin Alwi Bin Syihabuddin.
  2. Alhabib Salim bin Abdulloh bin Umar Asy-Syatiri. Mudir Rubat Tarim Al Ilmi.
  3. Alhabib Ali Almasy’hur bin Muhammad bin Salim Bin Hafid, ibnu Asy_Syaih Abibakar bin Salim. Ketua Majlis Iftak, Mudir Darul Mustofa.
  4. Alhabib Hamid bin Muhammad bin Hamid Hamid Ba’alawi. Munsib Maqomal Imam Hamid bin Umar. Imam Masjid Ba’alawi.
  5. Alhabib Muhammad Sa’ad bin Alawi bin Umar Al Aidrus. Musyrif Tahfidhul Qur’an, Imam Masjid Asseggaf.
  6. Alhabib Husin bin Edrus bin Ahmad Aidid. Imam dan Khotib Masjid Maula Aidid.
  7. Alhabib Husin bin Abdul Qodir bin Muhammad Bilfagih.
  8. Alhabib Umar bin Muhammad bin Salim Bin Hafid Ibnu Asy’syeh Abibakar Bin Salim. Amid Darul Mustofa.

Kepada anak anak mereka dan saudara saudara mereka yang datang dari Indonesia untuk berziarah ke Wadi AlMaimun dan Salaf Ash Sholihin:

  1. Assayyid Muhammad bin Alwi bin Ahmad Bin Syeh Abubakar Bin Salim.
  2. Assayyid Ali Ridho’ bin Husin bin Abubakar Alhabsyi.
  3. Assayyid Hasan bin Ahmad Alaidrus.
  4. Assayyid Ibrahim Asseggaf.
  5. Assayyid Syafiq bin Segaf Asseggaf.
  6. Assayyid Suyuthi bin Abdurrahman Asy ‘Syatiri.
  7. Assayyid Hadun bin Muhammad Almuhdhor.

Khususnya dan segenap anak mereka dan orang orang yang mengikuti jalan mereka di Indonesia dan seluruh penjuru pada umumnya.

Assalamualaikum warohmatullohi Wabarokatuh, Waba’du.

Dalam rangka melaksanakan kewajiban sebagai orang tua dan kerahmatan serta kasih sayang dan nasehat, maka kami tekankan kepada kalian untuk berpegang teguh kepada petunjuk dan thorigoh para Aslaf kalian Ash Sholihun, dari sesepuh sesepun kita dan ayah ayah kita serta ayah ayah mereka dan sesepuh sesepuh mereka. Generasi kegenerasi sampai kegenerasi para leluhur kita, seperti Al Imam Alhaddad dan yang setingkat dengannya, sampai ke Al Imam Umar bin Abdurrahman Al Attos dan yang setingkat dengannya, sampai ke Asy’syeh Abubakar bin Salim, kemudian Al Imam Syihabuddin, kemudian Al Imam Al Aidrus dan Syeh Ali bin Abibakar, kemudian Al Imam Asseggaf dan orang orang yang setingkat mereka dan yang diatas mereka, sampai keguru besar Al Fagih Almugoddam Muhammad bin Ali Ba’alawi Syaikhutthorigoh dan orang orang yang setingkat dengannya, sampai ke Imam Al Muhajir Ilalloh Ahmad bin Isa dan orang orang yang setingkat dengannya, sampai ke Sadatina Ash Shodig dan Albagir dan Zainal Abidin, sampai ke kedua cucu yang terhormat Al Hasan dan Al Husin dan ayah mereka Al Karror (Imam Ali ) serta ibu mereka Az Zahro, sampai ke Rosululloh Shollallohu Alaihi Wa Alihi Wa Shohbihi Wa Sallam.

Jalan mereka semuanya adalah keimanan dan ketaqwa’an, yang berdiri diatas Ilmu, Amal, Ikhlas, Alkhouf serta Warok. Dan sifat mereka adalah sayang hamba hamba Alloh serta sangka baik kepada mereka. Dan mempersatukan kekuatan Muslimin dan merukunkan antara hati mereka dan membersihkan diri dari caci dan maki dan sangka buruk, serta mencari kedudukan dan untuk mendapatkan keuntungan duniawi. Kemudian memfokuskan hati untuk cinta kepada Alloh dan Rosulnya serta para Nabinya, Malaikat, Sahabat, Tabi’in, Ahlul Bait dan Sholihin hususnya, serta semua orang yang mengucap La Ilaha Illalloh, dari zaman Adam sampai yaumul hisab pada umumnya.

Dan Sunnah yang baik menyumber dan keluar dari rumah mereka, mereka adalah orang orang yang berpegang teguh dengannya dan mereka itulah Imam Imam Ahlussunnah Wal Jamaah. Kemudian kami wasiatkan kepada kalian untuk mempelajari sejarah mereka dan ahlaq mereka serta managib dan sifat sifat mulia mereka, kemudian meniru dan mengikuti mereka. Maka pelajari dan kaji dengan baik apa yang ada di buku buku: Syarhul Ainiyyah, Ghuror Albaha’ Adh Dhowi, Albargoh Almasyigoh, Al Igdunnabawi Wafaidhul Asror dan serupa dengannya dari kitab kitab yang menghadapkan kalian kepada kenyataan dari jalan orang orang yang terhormat serta pengetahuan dan petunjuk mereka.

Ketahuilah bahwa orang orang Islam sedang mengalami ujian Kristenisasi dan ajakan ajakan  kepada aneka macam keburukan dan kemungkaran, serta meremehkan dan mengolok olok agama, dan fitnah adu domba dan perpecahan serta menyulut kebencian dan permusuhan dan kekacauan dan pengkeruhan pada benak dan hati. Dan dampaknya telah  sampai kepada anak anak kita Al Abi Alawi. Maka berhati hatilah setiap orang dari kalian menjadi penyebab penguatan dan penyebaran fitnah dan ujian tersebut, baik secara sadar maupun tidak sadar.

Ketahuilah bahwa apabila seseorang dari kami atau dari kalian mendapat kemuliaan dan kehormatan untuk bergabung pada kelompok atau golongan, maka kemuliaan dan kehormatan yang kami pilih adalah bergabung kepada Sanad yang bersambung kepada Rosululloh. Dan golongan inilah yang membawa bendera Da’wah Islamiyah dan kejujuran serta kesabaran dan tawadhuk dan ihlash. Bukan bergabung kepada salah satu pergerakan dan fron fron dan kelompok kelompok lain yang saat ini tersebar didunia yang bercampur dengan politik yang kotor dan kepentingan kepentingan yang jelek.

Tidakkah kita dengan sungguh sungguh menghendaki untuk dikumpulkan di Mahsyar dalam salah satu kelompok pada hari kiamat, kecuali bersama mereka.

فهم القوم الذين هدوا، وبفضل الله قد سعدوا    ولغير الله ماقصدوا، ومع القران فى قرن

Mereka adalah kaum yang mendapat hidayat, dan dengan karunia Alloh mereka bahagia.

Mereka tidak menuju keselain Alloh, dan mereka selalu bersama Al Qur’an.

رب فانفعنا ببركتهم، واهدنا الحسن  بحرمتهم    وأمتنا فى طريقتهم، ومعافاة من الفتن

Tuhanku berilah manfaat kepada kami dengan barokah mereka, dan tunjukkan kepada kami kebajikan dengan berkat kehormatan mereka.

Dan matikanlah kami dalam jalan mereka, serta selamatkanlah kami dari fitnah.

وصلى الله وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه والتابعين.

Ditulis pada hari Rabu tanggal 17 Robiul Akhir 1429 Hijriyah, bertepatan 23 April 2008 M.

Beberapa waktu yang lalu Redaksi Syiar telah mewawancarai Prof. Umar Syihab. Seorang yang mengaku sebagai salah seorang pengurus MUI Pusat yang komentar komentarnya banyak berlawanan dengan Fatwa  Fatwa  yang sudah dikeluarkan oleh Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Pusat. Untuk itu Redaksi Ash Showaiq telah meminta komentar dari Habib Achmad Zein Alkaf  (AZA), Ketua Bidang Organisasi Yayasan Albayyinat Indonesia, mengenai pernyataan pernyataan Umar Syihab tersebut.

Redaksi  :  Bagaimana komentar Albayyinat mengenai Pernyataan Prof. Umar   Syihab yang mengatakan bahwa Syiah itu tidak sesat ?

AZA    :   Lagi lagi orang ini memberikan keterangan yang menyesatkan. Sebenarnya kami Albayyinat sudah sering mendapat laporan dan informasi mengenai ulah orang ini, yang dinilai oleh para ulama sangat merugikan ummat Islam. Baik yang dia sampaikan di Jakarta maupun didaerah. Baik atas nama MUI Pusat maupun atas nama pribadi. Bahkan kami sering mendapat informasi dari teman teman di Ujung Pandang mengenai kegiatan dan pembelaan Umar Syihab terhadap aliran sesat Syiah.

Bagi kami Albayyinat, jika ada orang yang mengaku Sunni tapi dia justru sering membela Syiah, maka dia lebih jelek dan lebih berbahaya dari pada orang yang dengan terang terangan mengaku Syiah. Dan orang yang seperti itu perlu kita waspadai.

Karenanya kami Albayyinat tidak heran dengan komentar komentar orang ini mengenai Syiah, sebab kami mempunyai data data mengenai siapa sebenarnya Umar Syihab. Dan perlu diketahui oleh masyarakat bahwa kami Albayyinat mempunyai daftar nama nama aktivis Syiah di Indonesia dan apabila dibutuhkan kami siap membantu.

Perlu diketahui bahwa perbedaan antara aqidah Syiah Imamiyyah Itsna’asyariyyah atau yang sekarang menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait dengan aqidah ummat Islam Indonesia yang dikenal dengan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah itu disamping dalam Furu’ juga dalam Ushuluddin. Dimana Rukun Iman mereka berbeda dengan Rukun Iman Ummat Islam Indonesia. Tidak sebagaimana yang disampaikan oleh Umar Syihab bahwa perbedaannya hanya sekedar masalah Khilafiyyah. Keterangan keterangan semacam itu adalah penyesatan kepada masyarakat, tidak mendidik tapi pembohongan. Maklum bagi agama Syiah berbohong itu dibenarkan.

Adapun mengenai Fatwa MUI, yang isinya agar masyarakat mewaspadai masuknya aliran Syiah di Indonesia, yang dikeluarkan pada tahun 1984. Maka fatwa tersebut dikeluarkan oleh Pengurus MUI Pusat, setelah para ulama yang terdiri dari unsur NU. Muhammadiyah dan Lain lain yang ada dikepengurusan MUI Pusat membahas kesesatan kesesatan ajaran Syiah. Bahkan para ulama Islam diseluruh dunia dengan tegas mengeluarkan Fatwa bahwa ajaran Syiah Imamiyyah Itsna’asyariyyah telah keluar dari Islam (Kafir). Dan hanya Umar Syihab saja yang karena keminiman ilmunya akan Syiah yang mengatakan bahwa Syiah tidak sesat.  Memang sekarang ini keberadaan Syiah diakui oleh dunia Islam dan mereka sedang mengembangkan alirannya serta menggrogoti ummat Islam, tapi mereka itu tetap Sesat, karena ajarannya bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadis Nabi SAW. Demikian pula Khowarij dan Ahmadiyah, keberadaan mereka itu juga diakui, tapi mereka itu Sesat sebab ajarannya telah menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya.

Dan sesatnya Syiah itu tidak karena kondisi waktu, sebagaimana yang disampaikan oleh Umar Syihab atau karena dulu miskin dan sekarang mereka kaya dan membagi bagikan uang, tapi selama ajaran Syiah bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadis maka Syiah tersebut tetap sesat dan Kafir.

Sebenarnya pembelaan Umar Syihab terhadap Syiah dan komentar komentarnya tersebut adalah pelecehan terhadap Majlis Ulama Indonesia (MUI) dan konsekwensi dari pernyataan pernyataannya yang berlawanan dengan fatwa MUI, maka dia harus mengundurkan diri dari kepengurusan MUI atau dia harus dipecat dari keanggotaan MUI.

Kami heran dengan Umar Syihab, yang kami lihat aktif terlibat dalam menentukan satu aliran itu sesat, dengan alasan karena ajarannya menyimpang dari ajaran islam yang sebenarnya. Tapi giliran aliran Syiah yang dibicarakan dan divonis, dia mati matian membela Syiah. Padahal ajaran Syiah jauh lebih menyimpang dari ajaran ajaran aliran aliran sesat yang disampaikan oleh Umar Syihab. Sehingga banyak orang yang berkomentar, ada apa dengan Umar Syihab, kok komentar komentarnya mengenai Syiah merugikan ummat Islam.

Sesuai dengan informasi yang masuk ke meja Albayyinat bahwa sebenarnya banyak pengurus MUI Pusat dan Daerah yang sudah mengetahui siapa sebenarnya Umar Syihab. Tapi rupanya mereka masih menunggu waktu yang tepat untuk mengambil sikap terhadap Umar Syihab. Sebab mereka tahu bahwa Umar Syihab tidak mempunyai basis pendukung.

Kemudian mengenai komentar Umar Syihab yang mengatakan bahwa kalau Syiah itu sesat pasti mereka tidak boleh masuk Masjidil Haram (Mekah). Maka komentar yang demikian itu sudah sering kami dengar dari orang orang Syiah lainnya. Karenanya jika Umar Syihab berkomentar yang demikian itu kami tidak heran. Karena suara suara semacam itu memang lagu mereka yang ditujukan kepada orang awam yang tidak menguasai sampai dimana kesesatan Syiah Imamiyyah Itsna’asyariyyah. Herannya kok seorang Profesor juga termakan dengan keterangan semacam itu, bahkan ikut berkomentar seperti itu (sungguh memalukan).

Redaksi :     Guna menambah wawasan pembaca mengenai masuknya orang Syiah ke Mekah dan Madinah, dan Sampai dimana kesesatan Syiah, maka dibawah ini kami sampaikan kajian kajian mengenai hal tersebut, sekaligus menjawab kebohongan kebohongan Umar Syihab.

Syi’ah dan Haromain

Ada seorang teman yang bertanya; Jika para Ulama sepakat bahwa Syi’ah Imamiyyah Itana’asyariyyah itu Kafir, mengapa mereka diperbolehkan masuk Haromain (Mekah dan Madinah ).

Pertanyaan tersebut sepintas lalu masuk akal, dan oleh golongan Syi’ah pertanyaan seperti itu sering mereka lempar kemasyarakat awam, yang tidak menguasai sampai dimana kesesatan Syi’ah.

Padahal yang menentukan satu aliran itu masih Islam atau sudah keluar dari Islam (KAFIR ) itu bukan negara Indonesia atau Iran atau Saudi Arabia. Tapi selama aliran tersebut ajarannya tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadist, maka mereka dikatakan Islam. Namun apabila ajarannya bertentangan dengan AlQur’an dan Hadist, maka mereka dikatakan (dihukum) Kafir.

Selanjutnya oleh karena aliran Syi’ah Imamiyyah Itsna’asyariyyah atau yang sekarang menggunakan nama samaran Mazhab Ahlul Bait itu ajarannya banyak yang bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadist, maka para Ulama dengan tegas mengatakan bahwa  Syi’ah  Imamiyyah Itsna’asyariyyah  telah keluar dari Islam (KAFIR ).

Adapun seseorang akan diperbolehkan masuk Haromain (Mekah dan Madinah) atau tidak diperbolehkan masuk Haromain, maka selama nama agama yang tertera dalam paspor orang tersebut ISLAM, maka dia diperbolehkan masuk Haromain. (Meskipun sebenarnya orang tsb beragama  Keristen, Yahudi atau Syi’ah ).

Tapi jika dalam Paspor orang tersebut tertulis agamanya Kristen, Yahudi, Konghucu apalagi Syi’ah, maka orang tersebut pasti tidak diperbolehkan masuk kota Mekah dan kota Madinah (Haromain ).

Jika Umar Syihab menolak kajian ini, maka coba paspor Umar Syihab ditulis agamanya Syiah, kan pasti dilarang masuk Mekah (Masjidil Harom)  dan Madinah.  Sebab Syiah adalah agama tersendiri yang tidak ada hubungannya dengan Islam dan Muslimin.

Demikian, semoga kajian diatas dapat menambah wawasan pembaca.

***

Syi’ah itu kafir apa masih Islam ?

Seseorang jika mengatakan Syi’ah itu islam atau sudah keluar dari islam ( KAFIR ), maka dia harus mempunyai alasan. Sebab satu aliran bisa dikatakan masih Islam apabila ajaran  ajarannya  sesuai  dengan  apa  yang  ada  di  dalam Al Qur’an  dan  Hadits  dan   selama   ajaran ajarannya  tidak  bertentangan  dengan Al Qur’an dan Hadits. Begitu pula satu aliran akan dikatakan keluar dari  Islam apabila ajaran – ajarannya bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits, apalagi jika ajarannya menolak Kalamulloh.

Sekarang kita lihat bagaimana ajaran – ajaran Syi’ah, apakah bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits apa tidak bertentangan. Bagaimana sikap Syi’ah terhadap para Sahabat, terhadap istri istri Rosululloh SAW serta bagaimana sikap dan keyakinan mereka terhadap Al Qur’an itu sendiri.

Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat ayat yang memuji dan menerangkan keutamaan para Sahabat, serta janji Alloh untuk memasukkan mereka dalam Surganya. Sedang dalam ajaran Syi’ah diterangkan bahwa para Sahabat yang dipuji oleh Alloh tsb, setelah Rosululloh SAW.wafat, mereka menjadi MURTAD (baca Al kafi 8-345).Alasan mereka karena para Sahabat membaiat Sayyidina Abubakar r.a sebagai Kholifah dan tidak membaiat Sayyidina Ali k.w. Kemudian mereka juga mencaci maki dan memfitnah istri istri Rosululloh SAW. Mereka mengatakan bahwa Siti Aisyah telah melakukan perbuatan serong. Padahal Alloh dalam Al Qur’an telah menurunkan beberapa ayat dalam Surat An Nur yang isinya menerangkan kesucian Siti Aisyah, serta menolak tuduhan tuduhan yang dialamatkan kepada istri Rosululloh SAW tersebut.

Dengan  demikian  jelas  sekali,  berarti  ajaran  Syi’ah  bertentangan  dengan Al Qur’an, atau jelasnya mereka menolak Kalamulloh (Al Qur’an). Sedang orang yang menolak Kalamulloh, tidak diragukan lagi kekufurannya.

Dalam Al Qur’an juga, Alloh telah menjamin keaslian Al Qur’an ( Q.S. Al-Hijr : 9 ), tapi dalam ajaran Syi’ah, mereka berkeyakinan bahwa Al qur’an yang ada sekarang ini sudah tidak asli lagi (Muharrof). Ini berarti mereka menolak Kalamulloh. Mereka lebih percaya kata kata ulama mereka dari pada firman Alloh.

Itulah sebabnya para ulama dengan tegas mengatakan bahwa Syi’ah Imamiyyah Itsnaasyariyyah atau yang sekarang menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait, telah keluar dari islam (orangnya menjadi MURTAD karena asalnya beragama islam ). Ketentuan ini tidak hanya berlaku bagi orang orang Syi’ah saja, tapi siapa saja yang berkeyakinan seperti itu, telah keluar dari islam ( Kafir Murtad ).

Disamping ajaran Syi’ah bertentangan dengan Al Qur’an, juga perbedaan kita umat islam dengan Syi’ah Imamiyyah Itsnaasyariyyah, disamping dalam Furu’ (cabang), juga dalam Ushul (aqidah). Rukun iman kita berbeda dengan rukun iman mereka, juga rukun islam kita juga berbeda dengan rukun islam mereka. Oleh karena rukun iman kita berbeda dengan rukun iman mereka, maka konsekwensinya mereka mengkafirkan kita umat islam dan sebaliknya kita juga mengkafirkan mereka.

Disamping itu masih banyak lagi hal hal yang dapat mengeluarkan mereka dari islam, seperti sikap dan keyakinan mereka terhadap Imam Imam mereka. Dimana mereka mendudukkan imam imam mereka diatas para Rosul dan para Malaikat Al-Mugorrobin (AlHukumah Al Islamiah – 52, Khumaini)

Hal hal semacam inilah yang dipakai rujukan oleh para ulama dalam menghukum KAFIR golongan Syi’ah Imamiyyah Itsnaasyariyyah.  ( baca fatwa fatwa para Ulama di buku ” Al Hasan ra Dan Al Husin ra”  Oleh Achmad Zein Alkaf)

***

Demo Anti Syi’ah Di Bangil

Disiarkan Oleh Televisi Dalam Dan Luar Negeri

Demo anti Syi’ah di Bangil ini merupakan pukulan yang sangat besar bagi golongan Syi’ah di Indonesia. Sebab dengan adanya demo tersebut, dunia akan tahu bahwa ternyata Muslimin Indonesia tidak dapat menerima keberadaan Syi’ah di Indonesia dan sekaligus membuktikan bahwa Indonesia adalah bumi Ahlussunnah Wal  Jamaah.

Komentar Albayyinat:

Pertama kita harus tahu mengapa sampai terjadi Demo Anti Syi’ah di Bangil ?. Apakah tidak ada jalan lain ?. Sebab resikonya sangat besar, meskipun setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan, tapi Alhamdulillah tidak sampai terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

Ternyata Demo anti Syi’ah yang dilakukan oleh Muslimin di Bangil adalah jalan terakhir setelah berbagai jalan ditempuh. Karena sebelumnya para tokoh di Bangil sudah bertahun tahun berusaha dengan baik dan halus dalam usaha mereka menyelamatkan ummat dari faham faham yang menyimpang serta membendung  berkembangnya aliran sesat Syi’ah di Bangil.

Namun ternyata cara yang halus dan baik yang dilakukan oleh tokoh tokoh kita tersebut justru dimanfaatkan oleh golongan Syi’ah dengan lebih getol dan kurang ajar, serta tanpa sungkan menyerang pemimpin pemimpin Islam. Para Sahabat mereka murtadkan, Istri Istri Rosululloh mereka caci maki, pemuda pemudi kita mereka rusak moralnya dengan menghalalkan perzinaan (Mut’ah), mereka tidak jum’atan bahkan tidak mewajibkan sholat jum’at.

Dapat kita lihat akibat dari berkembangnya aliran Syi’ah di Bangil banyak rumah tangga yang dahulunya harmonis menjadi berantakan, perkampungan yang penduduknya saling sapa dan guyup menjadi saling bermusuhan dan tidak lagi saling tegor. Hal ini telah membuat perpecahan serta merusak persatuan dan kesatuan bangsa kita.

Namun yang disayangkan pejabat di Bangil kurang peka terhadap masalah ini, rupanya mereka kurang informasi dan baru akan bertindak apabila sudah terjadi sesuatu.

Begitu pula sikap beberapa pengurus N.U.(mungkin belum membaca sikap KH.Hasyim Asy’ari tentang Syi’ah) yang ikut menggembosi jalannya Demo dinilai oleh tokoh tokoh di Bangil merupakan tindakan yang memalukan dan menjatuhkan martabat diri mereka. Sebab kenyataannya mayoritas yang ikut demo adalah warga N.U.

Juga yang kami sayangkan, melihat keadaan yang memprihatinkan di Bangil tersebut, tidak ada tokoh kita dipusat yang turun ikut menjaga dan membentengi ummat dari faham yang menyesatkan tersebut. Kelihatannya mereka menutup mata dan pura pura tidak tahu, mereka lebih sibuk dengan masalah politik dari pada melaksanakan tugas mereka sebagai pembimbing dan penyelamat.

Apakah mereka tidak tahu bahwa orang orang yang murtad masuk Syi’ah di Bangil mayoritas adalah warga N.U.dan Muhamadiyah ?. Herannya mereka justru berangkulan dengan tokoh tokoh Syi’ah di Bogor dan ditempat lain.

Ini semua termasuk hal hal yang memicu terjadinya Demo anti Syi’ah di Bangil,  sebab warga didaerah (Bangil) sudah memuncak bencinya kepada Syi’ah, tapi pemimpinnya dipusat justru berangkulan dengan Syi’ah. Sungguh memalukan.

Himbauan kami kepada golongan Syiah, agar mereka tahu diri, ketahuilah bahwa kalian berada di bumi Ahlussunnah, karenanya agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, kalian jangan suka memancing kemarahan ummat Islam.

Demikian komentar Albayyinat mengenai Demo anti Syi’ah di Bangil, yang terjadi pada tanggal 20 April 2007.

***

Demikian telah kami sampaikan komentar dari Albayyinat mengenai pernyataan pernyataan Prof. Umar Syihab yang merugikan umat Islam.

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Alhamduliullah pada hari Sabtu malam minggu, tanggal 2 Pebruari 2008 di Surabaya telah diadakan pertemuan antara Habib Umar Bin Hafid dengan Rabithah Alawiyah, Albayyinat dan tokoh tokoh Alawiyyin yang aktif membendung Syiah.

Dalam pertemuan tersebut Habib Umar Bin Hafid yang kita kenal sebagai Dai kondang yang terkenal dan mempunyai pengalaman yang luar biasa, banyak memberikan pengarahan  mengenai metode dalam berda’wah, serta nasehat yang ditujukan kepada para Dai dari kalangan Alawiyyin, serta mengharap agar para Dai saling mendukung dan tidak saling menyerang dan tidak menjelekkan temannya.

Setelah panjang lebar Habib Umar memberikan pengarahan kepada hadirin, akhirnya Habib Umar Bin Hafid meminta persetujuan dan kesepakatan dari Hadirin Sebagai berikut :

1. 1.   Agar para Dai dari kalangan Alawiyyin sesama Ahlussunnah tidak saling menjelekkan dan menyerang  temannya.

2. 2.    Syiah itu sesat dan menyesatkan.

(Dan apabila mereka berkeyakinan bahwa Al Qur’an Muharrof (artinya, Al Qur’an yang ada sekarang ini tidak orisinil dan sudah dirubah oleh para Sahabat), maka mereka itu Kafir, dan ini tidak hanya bagi orang Syiah saja, tapi siapa saja yang berkeyakinan bahwa Al Qur’an Muharrof maka dia juga Kafir)

Demikian dua poin yang dimintakan kesepakatan oleh Habib Umar Bin Hafid dalam pertemuan tersebut. Selanjutnya Habib Umar meneruskan pengarahannya dan dilanjutkan dengan tanya jawab, namun tidak merupakan / menjadi kesepakatan. Yang disepakati oleh semua hadirin dan Habib Umar Bin Hafid malam itu hanya dua poin diatas.

Informasi ini kami keluarkan dikarenakan adanya kesimpang siuran berita diluar mengenai hasil pertemuan pada malam itu dan hasil pertemuan pertemuan Habib Umar di Jakarta.

Harapan kami semoga hasil kesepakatan diatas dapat difahami dan menjadi pegangan bagi Dai Dai dari kalangan Alawiyyin.

Surabaya,  Pebruari 2008

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.